Latar
Belakang Industri susu di Indonesia saat ini sangat
menggairahkan karena potensi pasar susu di Indonesia masih terbuka lebar
mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar
keempat di dunia dan juga tingkat konsumsi susu di Indonesia yang masih jauh
lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain.PT. Frisian Flag Indonesia adalah sebuah
perusahaan yang lebih dari 85 tahun di Indonesia. PT. Frisian Flag Indonesia
adalah pemimpin pasar dalam industri susu Indonesia dan berkomitmen untuk
menghasilkan produk berkualitas dan bergizi tinggi untuk memberikan pelayanan
terbaik kepada konsumen dan mitra bisnis di Indonesia.PT. Frisian Flag Indonesia (FFI) memulai
operasinya di Indonesia tahun 1971. Frisian Flag Indonesia memproduksi dan
memasarkan produk susu segala jenis, mulai dari susu bubuk, susu cair siap
minum, hingga susu kental manis sebagai produk andalannya. PT. Frisian Flag
Indonesia merupakan bagian dari Grup Royal Friesland Foods (sebelumnya
Friesland Coberco Dairy Foods) yang berkantor pusat di Belanda.PT. Frisian Flag Indonesia ( PT. FFI ) melakukan
berbagai pembenahan di bidang TI, mulai dari peningkatan infrastruktur TI,
implementasi e-SCM dan penggantian sistem ERP.Sebagai pemimpin pasar susu yang telah
menghadirkan produk-produk bernutrisi bagi keluarga Indonesia selama 89 tahun,
PT Frisian Flag Indonesia senantiasa taat pada peraturan dan hukum nasional
serta standar-standar internasional CODEX yang meregulasi seluruh proses
produksi hingga produksi produk-produk berbasis susu.Untuk menjaga agar semua
produk yang dihasilkan bebas dari ancaman mikrobiologi, kimia dan fisik, PT
Frisian Flag Indonesia mengaplikasikan Good Manufacturing Process (GMP) &
Hazardous Analytical Critical Control Point (HACCP), dari mulai pemilihan bahan
baku, proses produksi hingga distribusi. Selain itu, beragam sertifikasi
internasional juga terus diperoleh, seperti
ISO 9001 (quality control), ISO 22000 (Food Safety System) dan sertifikat halal
dari MUI.PT. Frisian Flag Indonesia
menghimbau kepada semua konsumen dan masyarakat pada umumnya untuk menghindari informasi-informasi
yang salah dan menyesatkan tentang produk-produk Frisian Flag.PT. Frisian Flag Indonesia
juga senantiasa mengingatkan semua konsumen untuk menggunakan dan menyimpan
produk sesuai dengan anjuran yang tertera di kemasan. Selain itu, juga penting
untuk konsumen untuk membaca secara seksama tanggal kadaluwarsa di kemasan saat
membeli.Sementara itu, untuk keperluan
logistik hingga transportasi ditambahkan submodul tersendiri ke dalam Prism.
Untuk memperoleh pelaporan, semua data harus dipindahkan ke aplikasi keuangan
yang dipakai FFI. Untuk menggabungkan laporan dan sejumlah simulasi yang
dianggap penting seperti manajemen akuntansi harus dikonversi ke format
spreadsheet. Sementara sistem yang ada cenderung untuk melakukan pencatatan, ketimbang
proses pengolahan yang lebih kompleks.Untuk mengatasi masalah yang
muncul, perusahaan yang terkenal dengan produk Susu Bendera ini berinisiatif
untuk mengaplikasi electronic-Supply Chain Management (e-SCM) yang berjalan
paralel dengan ERP. Selain itu, dilakukan pula
pengembangan dan penerapan sistem secondary sales berbasis Web untuk sekitar
150 distributor yang tersebar di seluruh Indonesia. Aplikasi itu untuk
mendukung aktivitas distributor dalam melakukan transaksi penjualan pada
pelanggan mereka. Tak cukup di situ, aplikasi Business Analyzer berbasis Oracle
untuk keperluan finansial dan penjualan juga digunakan.Fasilitas remote access
diberikan FFI kepada kalangan mobile user. Sementara itu, untuk meningkatkan
keamanan (jaringan), selain menggunakan Virtual Private Network (VPN), juga
diterapkan token card seperti yang lazim digunakan pelaku transaksi e-Banking.Dengan perjalanan sejarah
lebih dari 85 tahun di Indonesia , PT. Frisian Flag selalu berkomitmen untuk
memproduksi produk susu berkualitas terbaik dan bernutrisi tinggi dan
memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen dan mitra usaha. Semua ini dimulai
di tahun 1922 dengan merek susu ”Friesche Vlag” atau yang lebih dikenal sebagai
Susu Bendera diimpor dari Cooperative Condensfabriek Friesland di Belanda –
sekarang Royal Friesland Foods.Sebagai ahli nutrisi susu
bertaraf internasional, PT. Frisian Flag memproduksi dan memasarkan berbagai
jenis produk termasuk susu bubuk, susu cair siap minum dan susu kental manis.Proses produksi susu di
Frisian Flag menggunakan teknologi mutakhir dan praktek sterilisasi terbaik
dari awal hingga akhir untuk menghindari kontaminasi dalam proses produksinya
praktek ini yang dikenal sebagai “Good Manufacturing Practices” (GMP).PT. Frisian Flag Indonesia telah
mengikuti standar sertifikasi produksi kelas dunia tertinggi untuk memastikan
hasil produksi yang berkualitas tinggi bagi konsumen. Seluruh proses ‘supply
chain’, mulai dari pembelian bahan baku sampai dengan distribusi produk akhir
kepada distributor dan grosir, diawasi oleh HACCP (Hazardous Analysis Critical
Control Point) dan sistem ISO 9001; 2000 dan sistem ISO 14000.Produsen susu asal Belanda PT.
Frisian Flag Indonesia terus melakukan ekspansi di Indonesia. Produsen susu
tertua ini berniat mengembangkan pasar di Papua. Meski terbilang ekspansif,
Frisian Flag tetap berkomitmen tidak mempromosikan susu formula untuk bayi.Presiden Direktur Frisian Flag
Cees H.M. Ruygrok mengutarakan strategi bisnisnya kepada Kontan, awal November
lalu.Sebagai perusahaan
internasional, Frisian Flag memiliki banyak jaringan di berbagai negara. Mereka
juga memiliki banyak pengetahuan soal susu. Apalagi, sejak berdiri di Indonesia
pada 1922 hingga sekarang, Frisian Flag hanya fokus berbisnis sebagai produsen
susu.“Sebagai perusahaan susu
tertua di Indonesia, kami telah memiliki pakar susu, pakar pemasaran dan
penjualan, juga pakar komunikasi yang baik. Dengan bantuan sumber daya manusia
yang kami miliki, kami mampu menjadi perusahaan yang besar," ujarnya.Frisian Flag bukan cuma
berkomitmen serius berbisnis di Indonesia. Perusahan ini juga berkomitmen soal
tenaga kerja, dengan memberdayakan lebih banyak tenaga kerja lokal. Dari 1.900
karyawan perusahaan, karyawan asing hanya lima orang."Dalam pengambilan
keputusan saya selalu profesional, yakni selalu melihat pendapat dari bawah,
bukan dari atas. Sebab, tim penjualan di lapangan yang melihat kesempatan
bisnis. Dari sana baru masuk kerangka kerja. Selanjutnya, kami menyusun
strategi bisnis," kata Cees.Frisian Flag melihat prospek
bisnis susu di Indonesia masih sangat cerah. Volume produksi susu sapi nasional
tahun ini tumbuh 4 persen. Efeknya, pertumbuhan penjualan susu sapi nasional
dari peternak mencapai 6 persen. Bila tahun lalu konsumsi susu nasional cuma 10
liter per kapita per tahun, sekarang, angka itu sudah tumbuh 10 persen menjadi
11 liter per kapita per tahun.Melihat pertumbuhan konsumsi
tersebut, Frisian Flag pun menyusun sejumlah strategi agar bisnis juga
berkembang. Pertama, meningkatkan kapasitas produksi. Untuk itu, Frisian Flag
telah menginvestasikan dana 15 juta dolar AS. "Saat ini, kami memproduksi
susu dari dua pabrik yang terdapat di Ciracas dan Pasar Rebo, Jakarta.
Kapasitas produksi dari kedua pabrik ini sudah mencapai 2,5 juta liter per
hari, tumbuh 15 persen dari kapasitas produksi tahun lalu," ujarnya.Dengan penambahan kapasitas
produksi pabrik tersebut, Frisian Flag berharap pendapatan tahun ini bisa
mencapai Rp 7 triliun. Jumlah ini tumbuh dari penjualan tahun lalu yang sebesar
Rp 6 triliun. Ini akan mempertahankan posisi Frisian Flag di pasar susu
domestik dengan pangsa pasar 30 persen, naik dari tahun lalu di 29 persen."Kami juga melakukan
ekspansi ke Papua. Kami sudah membuka cabang di sana. Kami menilai, Papua
memiliki potensi besar karena pasokan susu Frisian Flag selalu habis di
toko," katanya. Daya beli masyarakat di sana juga cukup besar, tetapi
mereka banyak mengonsumsi minuman keras. Berarti ada kesia-siaan konsumsi
masyarakat yang berpotensi besar untuk dialihkan ke konsumsi susu.Kedua, Frisian Flag juga
melihat, tahun depan, produksi susu nasional bisa tumbuh 10 persen-12 persen.
Agar bisa mengikuti pertumbuhan pasar, Frisian Flag akan menginvestasikan 20
juta dolar AS. Uang ini akan dipakai untuk kembali meningkatkan kapasitas
pabrik sebesar 10 persen."Kami juga berusaha
menjamin pasokan susu untuk bahan baku produksi. Saat ini, 75 persen dari bahan
baku pabrik masih merupakan susu impor. Sementara itu, 25 persen sisanya
berasal dari 12 koperasi peternak susu sapi yang tersebar di Jawa Barat, Jawa
Tengah, dan Jawa Timur," ujar Cees.Demi menjaga pasokan susu sapi
di dalam negeri, perusahaan kerap mengadakan pelatihan bagi para peternak sapi.
Misalnya, pelatihan mengenai cara meningkatkan produktivitas susu sapi serta
cara menjaga agar mutu sapi terjamin.Yang sering terjadi pada
peternak sapi lokal, mereka tidak sadar bahwa kebiasaan memandikan sapi sebelum
memerah itu berpotensi memasukkan kuman dari kulit ke puting sapi. Selain itu,
ketika sapi sakit, peternak kerap menyuntikkan antibiotik ke sapi.Padahal susu sapi yang
mengandung antibiotik otomatis tidak akan lolos kualifikasi pabrik. Peternak
harus menunggu seminggu agar pengaruh antibiotik dari susu yang diperah hilang.
Pengetahuan peternak sapi lokal soal hal-hal ini minim sekali."Kami juga menyalurkan
bantuan senilai Rp 4,49 miliar kepada peternak sapi perah yang tergabung dalam
Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KBPS). Target kami adalah 6.500 peternak
di Bandung Selatan. Bantuan tersebut telah disalurkan dalam bentuk pembangunan
laboratorium analisis susu, percontohan kandang higienis, serta pelatihan dari
pakar susu asal Belanda," katanya.Ketiga, Frisian Flag selalu
berkomitmen untuk tidak mempromosikan susu formula seperti keputusan Menteri
Kesehatan dan World Health Organization (WHO). Jika ada karyawan yang terbukti
ketahuan mempromosikan susu formula, hukumannya adalah pemecatan.Keempat, Frisian Flag juga
terus memberikan bantuan bagi masyarakat di lingkungan pabrik. Misalnya, mereka
bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan memberi informasi soal nutrisi, memberi
kesempatan bagi anak-anak sekolah untuk melakukan kunjungan ke pabrik, juga
kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan praktek kerja di perusahaan kami.Frisian Flag, orang Indonesia
lebih mengenal dan menyebutnya dengan susu bendera. Pertama kali dipasarkan di
Indonesia sejak tahun 1922, Frisian Flag adalah pemimpin pasar (market leader)
untuk kategori susu keluarga di bawah naungan PT Frisian Flag Indonesia (FFI).Logo dengan simbol bendera dengan
gambar hati berwarna merah adalah alasan mengapa orang menyebut Frisian Flag
dengan Susu Bendera. Nama Susu Bendera terdengar lebih membumi, mudah diucapkan
oleh orang Indonesia sehingga nama merek pun menjadi lebih dekat di hati
masyarakat. Simbol bendera tersebut sudah menjadi ikon susu bagi masyarakat
Indonesia.Untuk mempertahankan posisi
sebagai market leader, Frisian Flag terus berupaya melakukan peremajaan merek
(brand rejuvenation) agar merek selalu segar dan mampu mengikuti perkembangan
zaman yang semakin modern.Salah satunya adalah dengan
memperkenalkan logo baru. Dengan tetap mempertahankan konsep logo yang hampir
sama, simbol bendera dengan gambar hati berwarna merah mengalami perubahan
desain dan terlihat lebih segar, dinamis, dan modern. Wordmark atau nama merek
Frisian Flag berada di dalam bendera dengan ukuran yang lebih besar sehingga
lebih mudah terbaca.Tidak hanya meluncurkan logo
baru, Frisian Flag juga memperkenalkan kampanye baru dengan tagline “Raih Hari
Esokmu”, menggantikan tagline lama “Nutrisi Untuk Maju”.Perubahan yang dilakukan
Frisian Flag merupakan strategi pengembangan merek dan sebuah proses pemberian
merek citra yang baru sehingga merek terlihat lebih atraktif, adaptatif, dan
relevan dengan perkembangan zaman. Kita bisa menyebut proses tersebut rebranding.Di tengah kompetisi pasar yang
semakin ketat, rebranding berupa perubahan logo dan tagline seperti yang
dilakukan Frisian Flag menandakan adanya perubahan arah perusahaan atau
strategi pemasaran. Selain itu, rebranding adalah
salah satu upaya meningkatkan brand image dan brand awareness. Dengan
memperkenalkan logo dan tagline baru, masyarakat seolah terus diingatkan bahwa
merek Frisian Flag adalah produsen susu yang terpercaya dan mempunyai komitmen
untuk mendukung masyarakat Indonesia meraih hari esok yang lebih baik dengan
menyediakan berbagai produk bernutrisi tinggi.Sumber : www.waytodeal.com/web/frisianflag/about,
jurnal MD JABODETABEK.
x
Tidak ada komentar:
Posting Komentar