Sabtu, 19 April 2014

etika profesi


        Eep Supriyadi
 
 


BAB 1
Etika profesi sales promotion Girls

1.1       Pengertian Sales Promotion Girl (spg)
Pemasaran suatu produk memerlukan beberapa aktivitas yang melibatkan berbagai sumber daya. Sebagai fenomena yang berkembang saat ini, dalam pemasaran terdapat suatu bagian yang memiliki keterkaitan langsung dengan konsumen, yaitu pada bagian sales product. Bagian ini terdiri dari beberapa divisi, terutama yang berkaitan dengan sistem pemasaran yang dilakukan suatu pemasaran.
Sebagai tenaga sales product, saat ini terdapat bagian pemasaran langsung yang menawarkan produk maupun sample product. Bagian ini biasanya dikenal sebagai sales promotion, dan karena adanya karakter gender maka terdapat sales promotion girls dan sales promotion boys. Pada penelitian ini akan dilakukan suatu analisis terhadap penggunaan sales promotion girls dari suatu produk perusahaan berkaitan dengan pemasaran produk tersebut,
Pengertian sales promotion girls dapat dilihat dari berbagai aspek. Diantara nya adalah Secara penggunaan bahasa, menurut Poerwodarminto (1987:198), sales promotion girl merupakan suatu profesi yang bergerak dalam pemasaran atau promosi suatu produk. Profesi ini biasanya menggunakan wanita yang mempunyai karakter fisik yang menarik sebagai usaha untuk menarik perhatian konsumen.
Menurut Carter (1999:37), kebutuhan perusahaan terhadap tenaga sales promotion girls disesuaikan dengan karakteristik suatu produk yang akan dipasarkan. Promosi produk untuk kebutuhan sehari-hari biasanya menggunakan tenaga sales promotion girls dengan kriteria yang dimungkinkan lebih rendah dibandingkan dengan sales promotion girls untuk produk semisal produk lux seperti halnya otomotif. Dengan demikian, pemilihan penggunaan tenaga sales promotion girl dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan produk yang akan dipromosikan. Kesesuaian antara produk yang dipromosikan dengan kualifikasi sales promotion girls memungkinkan akan meningkatkan daya tarik konsumen pada produk yang dipromosikan. Keberadaan karakter fisik seorang sales promotion girl tersebut, secara fungsional dapat mengangkat citra produk, terutama produk konsumsi langsung.
Menurut Darmono (1998:35), seorang sales promotion girl dituntut untuk mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi, terutama terhadap pengetahuan produk yang dipromosikan maupun yang dipasarkan dan juga mempunyai penampilan fisik yang mendukung terhadap karakter produk.
Retnasih (2001:23) menyatakan: "Sales promotion girl adalah seorang perempuan yang direkrut oleh perusahaan untuk mempromosikan produk." Pendapat ini melihat keberadaan sales promotion girls dari fungsinya yaitu sebagai pihak presenter dari suatu produk. Lebih lanjut pendapat ini mengilustrasikan bahwa tugas utama dari sales promotion girls adalah promosi produk, pada umumnya status sales promotion girls adalah karyawan kontrakan. Mereka dikontrak dalam kurun waktu tertentu untuk mempromosikan produk.


BAB 2
Skill serta Etika profesi

2.1         Kemampuan Yang Harus Dimiliki Seorang SPG
Raharti (2001:223) menyatakan bahwa terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh sales promotion girls, yaitu
1.           Performance. Performance ini merupakan tampilan fisik yang dapat  diindera dengan menggunakan penglihatan. Dalam perspektif ini, performance juga mengilustrasikan tentang pembawaan seseorang. Pembawaan ini diukur dari penampilan outlook (penampilan fisik) dan desain dress code (desain pakaian), ukuran dari pembawaan ini subyektif (setiap orang dimungkinkan berbeda).
2.           Communicating Style. Komunikasi mutlak harus terpenuhi oleh sales promotion girl karena melalui komunikasi ini akan mampu tercipta interaksi antara konsumen dan sales promotion girls. Komunikasi ini diukur dari gaya bicara dan cara berkomunikasi. Pengukuran atas communicating style ini dikembalikan kepada konsumen karena bisa bersifat subyektif.
3.           Body Language. Body language ini lebih mengarah pada gerakan fisik (lemah lembut, lemah gemulai, dan lainnya). Gerak tubuh ketika menawarkan produk dan sentuhan fisik (body touch) adalah deskripsi dari body language ini. Pengukuran atas body language dikembalikan kepada konsumen karena bisa bersifatsubyektif. Jika memenuhi unsur tersebut, sangat dimungkinkan sales promotion girls yang direkrut perusahaan akan mampu menciptakan persepsi yang baik tentang produk yang diiklankan, dan akan diikuti dengan minat pembelian. Sales promotion girl dari fungsinya yaitu sebagai pihak presenter dari suatu produk. Dari ini dapat kita simpulkan bahwa tugas SPG adalah mempromosikan produk, menjual produk ke konsumen/ kalayak ramai.

2.1       Kualitas SPG Dinilai Bedasarkan Pengalamannya
Sales Promotion Girl atau SPG adalah bagian yang mungkin tak bisa di pisahkan dari sebuah mata rantai perusahaan penyedia barang produksi. SPG merupakan bagian dari divisi ujung tombak perusahaan. Biasanya SPG berhadapan langsung dengan end user atau bisa juga berhadapan dengan reseller atau retailer alias pengecer. Tergantung bagaimana program yang di gunakan oleh perusahaan dalam menggunakan jasa SPG. Ada SPG yang memang merupakan bagian organik dsari perusahan, namun ada juga yang non organik. Organik dalam arti SPG tersebut memanglah karyawan atau pegawai tetap perusahaan tersebut yang bertugas menjadi tenaga promosi atas barang yang dihasilkan perusahaan. Non organik artinya SPG tersebut hanyalah tenaga temporer yang di sewa atau dibayar dengan perjanjian kontrak kerja atas waktu tertentu. Asal muasal SPG ini ada yang dari perorangan tapi ada juga yang merupakan stok siap pakai yang disediakan oleh perusahaan pengerah tenaga kerja atau Agency. Ada juga SPG yang merupakan stok dari sebuah perusahaan Outsourcing. Kini banyak terdapat perusahaan Agency/Outsourcing seperti ini. Bukan hanya SPG yang di sediakan, namun juga Sekuriti, Operator Telepon, ada juga Cleaning Service dan Building
 
Kehadiran seorang SPG dalam sebuah acara promosi baik yang berupa acara mobile Road Trip atau Stand Exhibition, sedikit banyak membantu perusahaan dalam menggaet calon pembelinya. Ini didasarkan pada penampilan pertama yang di tunjukkan oleh SPG dengan penampilan fisik yang memang biasanya menarik. Setelah melihat penampilan SPG dan penawarannya yang menarik, biasanya calon pembeli berpikir untuk mencoba produk atau sekedar menerima sampel/brosur yang di sodorkan oleh SPG. Sampel atau brosur inilah yang kemudian menjadi sebuah awal jembatan adanya komunikasi antara SPG dengan calon pembeli. Sampel biasanya diberikan oleh perusahaan yang menjual produk makanan, minuman atau produk rokok. Sampel rokok sebatang atau freedrink segelas minuman rasa jeruk biasanya sering di tawarkan oleh si SPG ini. Dan untuk produk yang tidak mengunakan free sampel biasanya cukup dengan free test, seperti produk komputer, modem internet atau juga sepeda motor.
Namun banyak juga perusahaanyang sering kali merasa tidak terbantukan secara optimal oleh SPG iniTerutama SPG yang non organik. Hal ini terjadi karena SPG non organik biasanya tidak memiliki kompetensi yang baik terhadap produk yang di jual. Product knowledge sering kali tak dikuasainya dengan baik. Hal ini lantaran tak ada waktu yang cukup untuk mempelajarinya karena SPG seperti ini sering menerima job secara dadakan. Namun banyak juga SPG yang sedikit masa bodoh dengan product knowledge. Mereka berpikir hanya bagaimana menarik calon pembeli dengan penampilannya dan selanjutnya mereka menyodorkan brosur lalu menjelaskan secara garis besarnya saja dan mereka hanya berpikir bagaimana jam kerja yang ia jalani segera berakhir untuk kemudian mendapatkan upahnya.
Bahkan jika perlu SPG professional seperti ini membeli produk yang akan ia tawarkan agar ia sendiri paham atas apa yang dirasakan konsumen yang membeli produk tersebut dan kemudian ia membandingkan dengan produk kompetitor. Karena selain menguasai hampir seluruh produk knowledge yang ia tawarkan, SPG juga harus paham atas apa saja yang dilakukan oleh kompetitor atau pesaing. Baik itu mengenai keunggulan produk maupun program-program yang sedang dijalankan kompetitor.

Ambil contoh, seorang SPG kartuHALO harus menguasai product knowledge kartuHALO dan paham dengan program yang dijalankan Layanan Paskabayar Seluler lainnya seperti Xplor dari Excelcomindo Pratama dan Matrix dari Indosat. Begitu juga sebaliknya. Nah, disinilah di butuhkan yang namanya CAD ( Competittor Activity Data).
Jika sudah menguasai lebih banyak product knowledge baik produk yang dijualnya sendiri maupun produk kompetitor, maka SPG seperti ini merupakan SPG yang kualified. Dan tak jarang SPG non organik yang handal seperti ini seringkali bisa menembus masuk ke jajaran posisi bergengsi pada perusahaan yang dulunya ia ikuti secara parsial.

BAB 3
Pelanggran Etika profesi spg
3.1     Sales Promotion Girls adalah ujung tombak yang menghasilkan uang bagi perusahaan. Profesi ini kurang dilirik oleh pencari kerja, padahal pekerjaannya ini sangat menantang dan menjajikan peghasilan tak terbatas. Orang berbisnis itu orientasinya “Duit”. Pendidikan juga penting tetapi tidak absolute. Maka untuk jadi salesman yang bagus hanya butuh train-train” (Pelatihan-pelatihan) yang layak. Prospek profesi ini bagus sekali dan tidak akan pernah mati, karena mereka adalah ujung tombak perusahaan untuk mencari uang.Train yang diberikan antara lain adalah : Mengenali target pasar dan cara melobi orang. namun seringkali terjadi pelanggaran dalam etika pada profesi sebagai sales promotions ini,  
1. Janji-Janji Palsu atau Suka Menipu
Tidak  jarang seorang spg melakukan atau memberikan janji-janji palsu, bisa tentang garansi, tentang manfaat dari product yang dipakai dengan membubuhkan manfaat-manfaat yang sebenarnya tidak bisa diberikan oleh produk yang mereka jual.
Tujuan mereka hanya satu, agar produk mereka dijual.
Sebaiknya sih, jangan berbohong. Mengutarakan kelebihan-kelebihan produk kita itu harus, akan tetapi jangan lupa untuk menyampaikan kelemahan-kelemahannya apalagi kalau kita memberitahukan bagaimana perawatannya itu akan sangat membantu. Untuk itu sebagai seorang Spg harus menguasai product information tentang barang yang dijual.
1.              Selalu berpikir untuk Long Term Relationship,
  • bukankah kalau pelanggan senang dengan membeli barang dari kita dia bisa jadi kembali membeli pada kita? 
  •  Judes Mendengar pelanggan menawar, eh dia balik ngata-ngatain calon pelanggannya  dengan emosi. Kalau pelanggan sudah pergi si silahkan tapi kalau masih berdiri di sana ya jangan, dong. Pelanggan punya hak membuat keputusan, oleh karenanya layani dengan hati dan jelaskan semua keunggulan dari produk yang kita jual. Ingat juga, terkadang ada lho pelanggan yang perlu kita educate tentang produk yang akan mereka beli karena mereka benar-benar blank dengan apa yang ingin mereka beli, provide informasi sebanyak-banyaknya, tapi ingat sekali lagi jujur. 
  • 3.      Menjelek-jelekkan Product Lain 
  • Demi mendapatkan jualan kahirnya mengambil “merk” saingan dan menjelek-jelekannya, sebagai pelanggan saya akan ilfil karena saya lebih suka mendengarkan specifikasi, kegunaan, kelebihan dan kelemahan kecuali minta dibandingkan. Sekali lagi, membandingkan pun sekedar memberi tahukan spesifikasinya bukan menjelek-jelekkan.
  • Selain menjelek-jelekkan produk lain, ternyata ada juga yang menjelek-jelekkan sales lain, ini juga tidak boleh, apalagi kalau masih satu team karena ini justri merusak reputasi kita sendiri.
  •  
3.2 Adapun contoh kasus seorang sales yang melanggar etika profesi
pada  suatu perusahaan mempunyai
  Standar Opersional Perusahaan (SOP) kerja sebagai berikut:
- memakai seragam
- datang 30 menit sebelum jam kerja di mulai
- tidak boleh memakai uang penjualan
- bersikap ramah tamah
- menerima uang penjualan barang sebelum barang di serahkan ke customer
- datang dan pulang tepat waktu
- tidak bau badan dan bau mulut
- tidak berjualan di luar showroom
- tidak boleh berjualan di luar omset di showroom
- wajib menawarkan promo yang berjalan
- wajib memberikan free gift yang tersedia untuk handphone tipe tertentu
- tidak boleh mark up harga atau meninggikan harga
- stock on hand/mengecek stok barang yang ada

Bab 4 Kesimpulan
          Sales Promotion Girls (spg)  adalah ujung tombak yang menghasilkan uang bagi perusahaan. Sekalipun jarang dilirik oleh pencari kerja, namun pekerjaannya ini sangat menantang dan menjajikan peghasilan tak terbatas tentu dengan jalan tidak menabrak kode etik yang sudah dijelas kan diatas, dan biasanya etika profesi sales promotin girls ini sudah tergabung dalam SOP oleh masing masing perusahaan atau agency yang ada.
           



 sumber:
http://suksesbeasiswaperancis.blogspot.com  
sop sales promotions girls Pt X ,Jakarta


Makalah Filsafat Ilmu dan Logika